Metode Penelitian

A.KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka dan Kerangka Teori Syarat Mutlak Dalam sebuah Penelitian. Kajian pustaka dan kerangka teori merupakan kerangka ACUAN yang disusun berdasarkan kajian berbagai aspek, baik secara teoritis maupun empiris yang menumbuhkan gagasan dan mendasari usulan penelitian .

Kajian pustaka memiliki beberapa fungsi.
1. Mengetahui sejarah masalah penelitian
2. Membantu memilih prosedur
3. Memahami latar belakang teoritis masalah penelitian
4. Mengetahui manfaat penelitian sebelumnya
5. Menghindari duplikasi, dan
6. Memberikan pembenaran pemilihan masalah penelitian.

Amirin (2000) memaparkan bahwa kajian pustaka juga digunakan untuk menyeleksi masalah-masalah yang akan diangkat menjadi topik penelitian serta untuk menjelaskan kedudukan masalah dalam tempatnya yang lebih luas. Konstruksi teoritik yang ada dalam kajian pustaka akan memberikan landasan bagi penelitian.

B.HIPOTESIS
Hipotesis adalah jawaban sementara dari yang hendak diuji kebenaranya secara empiris. Hipotesis merupakan salah satu bentuk konkrit dari perumusan masalah. Dengan adanya hipotesis, pelaksanaan penelitian diarahkan untuk membenarkan atau menolak hipotesis. Pada umumnya hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menguraikan hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan tak bebas gejala yang diteliti.
Hipotesis mempunyai peranan memberikan arah dan tujuan pelaksanaan penelitian, dan memandu ke arah penyelesaiannya secara lebih efisien. Hipotesis yang baik akan menghindarkan penelitian tanpa tujuan, dan pengumpulan data yang tidak relevan. Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis seperti penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif.

Manfaat hipotsis
1. Menjelaskan masalah penelitian
2. Menjelaskan variabel-variabel yang akan diuji
3. Pedoman untuk memilih metode analisis data
4. Dasar untuk membuat kesimpulan penelitian.

Contoh hipoptesis:
Ada pengaruh positif yang signifikan penggunaan media belajar, terhadap hasil belajar siswa pada smu kelas 3 IPA SMUN 2 Padang tahun 2008

Cara Memperoleh Hipotesis
1.hipotesis induktif, yakni peneliti dalam merumuskan penelitiannya sebagai suatu generalisi dari hubungan-hubungan yang diamati
2.hipotesis deduktif yaitu hipotesis yang dirumuskan berasal dari teori-teori.

Dalam Sebuah Penelitian Hipotesis Dapat Dinyatakan Dalam Beberapa Bentuk
1. Hipotesis Nol
Merupakan hipotesis yang menyatakan hubungan atau pengaruh antar variabel sama dengan nol. Atau dengan kata lain tidak terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel.
2. Hipotesis Alternatif
Merupakan hipotesis yang menyatakan adanya perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel tidak sama dengan nol. Atau dengan kata lain terdapat perbedaan, hubungan atau pengaruh antar variabel (merupakan kebalikan dari hipotesis alternatif)

Ciri-Ciri Hipotesis Yang Baik:
1. Dinyatakan dalam kalimat yang tegas
2. Dapat diuji secara alamiah
3. Dasar dalam merumuskan hipotesis kuat

C.VARIABEL PENELITIAN
•Variabel penelitian: Sesuatu yang memiliki nilai lebih dari dua atau gejala yang nilainya bervariasi.
•Gejala yang nilainya selalu tetap tidak dapat diguanakan sebagai varibel penelitian.

Pembagian variabel berdasarkan sifatnya:
1.Variabel Dikotomis
Variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan.
Laki-Laki : 1
Perempuan : 2
2. Variabel Kontinyu
Variabel yang mempunyai nilai-nilai dalam satu variabel tertentu.
Berat badan Didi : 50Kg
Berat badan Dodo : 62,75Kg

Untuk memudahkan penyebutan dan pembahasan, maka pakar memberi berbagai nama untuk suatu variabel penelitannya. Ada variabel bebas, variabel terikat, variabel antecedent, variabel eksprimental, variabel moderator, variabel pengacau, variabel kriterion, dan lain-lain.
1.Variabel bebas (independent) adalah varabel yang direkayasa (dimanipulasi) untuk melihat pengaruhnya terhadap vairabel lain. Variabel ini disebut juga “variabel eksprimental” atau “variabel treatment”dan dalam penelitian eksprimental, variabel ini disebut juga “variabel pengaruh” .
2.Variabel terikat (dependent) adalah variabelyang menjadi dasar “sasaran” dari rekayasa atau manipulasi dari variabel bebas. Variabel terikat disebt juga “variabel post test”, “variabel kriterion”, atau “variabel terpengaruh”
3.Variabel moderator adalah avariabel “penengah”antara variabel satu dengan variabel lainnya. Misalnya bila kita ingin mengetahui hasil tes bahasa Inggris (variabel pengaruh) mempengaruhi hasil tes matamatika (vaariabel terpengaruh), ika kita masukan variabel lain ( jenis kelamin, sosio-ekonomi siswa yang diteliti), maka variabel ketiga disebut variabel “moderator” (Irawan,1999:42). Dalam penelitian observasi, Borg & Gall (1983) membagi variabel menjadi tiga macam, yaitu variabel deskeriptif, variabel inferensial, dan variabel evaluatif.
4.Variabel deskriptif disebut juga variabel low inference adalah variabel yang relatif bebas dari penilaian atau inferensi dari pengamat. Apa saja yang direkam oleh peneliti seperti apa adanya di lapangan, disebut variabel deskriptif.
5.Variabel inferensial adalah variabel yang sudah dipengaruhi oleh inferensi dari pengamat.
6.Variabel evaluatif adalah variabel dalam pengukurannya banyak dipengaruhi oleh subyektifitas penilaian peneliti dalam mengisi skala penilaiannya.

D.POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah sekelompok objek yang lengkap dan jelas yang menarik perhatian peneliti guna menyelidiki sifat-sifatnya sehingga diperoleh infoermasi dan kesimpulan atau generalisisi (ungsi AOM 1999. Hal 46).
Sampel adalah bagian dari populasi, yang diambil dengan cara-cara tertentu. Dengan demikian sampel yang baik adalah sampel yang mewakili populasi dan sekaligus menggambarkan populasi itu sendiri atau sampel yang representatif. Untuk mendapatkan sampel yang representatif, ada beberapa syarat antara lain : data tersebut harus benar, relevan dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai peneliti,sehingga kesimpulannya dapat dipertangunggjawabkan.

Pedoman Menentukan Jumlah Sampel
Sampel yang baik adalah sampel yang dapat mewakili seluruh populasi atau representatif.
salahsatu cara pengambilan sampel, pendapat Slovin

Kita akan meneliti pengaruh hasil belajar terhadap motivasi pada siswa kelas III SLTP N 1 Padang dengan 130 orang murid. Dengan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebe
sar 5%, berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil ?

TeknikPemilihan Sampel
Sampel dikaan represetatif dari populasi bila subyek yang terpilih mempunyai karakteristik yang mencerminan semua karakter yang dimiliki oleh populasi. Arikunto (1989). Untuk mendapatkan sampel yang mewakili anggota populasi, peneliti menggunakan cara/teknik pemilihan sampel yang tepat, agar dapat memperkirakan secara meyakinkan apa yang sebenarnya terjadi pada populasi secara keseluruhan. Diantara teknik pemilihan sampel yang biasa digunakan dalam penelitian pendidikan adalah:
Sampling acak sederhana
Sampling acak sederhana (Simpel random sampling) adalah salah satu teknik pemilihan sampel dimana semua individu anggota populasi mempunyai kemungkinan kesempatan yang sama dan independen untuk dpilih sebagai anggota sampel (Borg & Gall, 1979). Pemilihan sampel dapat dlakukan dengan undian, acak angka dan komputer.
Sampling sistematis
Teknik ini dapat dipakai bila semua anggota populasi telah dicatat dan disusun secara acak. Pertama dilakukan dengan memilih salah satu individu dan seterusnya dilakukan secara sistematis dengan menggunakan deret hitung.
Sampling bertingkat
Teknik sampling ini disebut juga berstrata, atau stratifield sampling, yaitu semua kelompok dalam populasi terwakili dalam sampel yang terpilih. Kekelebihan utama penarikan sampel menurut Ary (1982) menjamin terwakilinya kelompok-kelompok tertentu yang ada di dalam populasi.
Sampling klaster
Teknik Sampling ini digunakan karena satuan yang dipilih bukanlah individu-individu, melainkan sekelompok individu yang secara alamiah berada bersama –sama di satu tempat. Misalnya popilasi siswa SMA di Indonesia yang besar dan tersebar luas dan tidak mungkin mendaftarkan semua populasi guna diambil sampelnya , maka peneliti dapat memlih sejumlah sekolah secara acak dari daftar nama sekolah, dan memasukkan semua semua siswa yang terpilih ke dalam sampel
Sampel sukarela.
Dalam penelitan pendidikan yang mempunyai populasi banyak dan juga melibatkan orang secara langsung, harus mendapat persetujuan yang bersangkutan. Untuk itu peneliti hanya bisa melibatkan subyek yang secara sukarela bersedia berpartisipasi yang disebut juga sampel sukarela.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: